kalau sudah copy like n comment yah, apa susahnya sih comment n like :)
LAPORAN
PRAKTIKUM
BIOLOGI
TERAPAN
NAMA :
MUH. SULHAN SULTAMIN
NO.MHS :
1327042003
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
2013
INOKULASI JAMUR RHYZOPUS
Nama :
MUHAMMAD SULHAN SULTAMIN
Kelompok :
Hari /Tanggal Praktikum : Jumat 01 November 2013
Dosen :
DIYAHWATI , S.TP., M.Si.
A. PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Tempe merupakan salah satu makanan yang sering
di konsumsi oleh masyarakat. Tempe merupakan salah satu produk olahan berbasis
bioteknologi. Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang vital dan berhubungan
dengan tekhnologi pertanian. Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman
dahulu, tetapi hal ini belum disadari oleh masyarakat umum.( http://sababjalal.wordpress.com/2011/11/03/contoh-makalah-cara-pembuatan-tempe/)
Fermentasi
dapat terjadi karena adanya aktivitas mikroba penyebab fermentasi pada substrat
organik yang sesuai. Terjadinya fermentasi ini dapat menyebabkan perubahan
sifat bahan pangan, sebagai akibat dari pemecahan kandungan-kandungan bahan
pangan tersebut.
Jika cara-cara
pengawetan pangan yang lain misalnya pemanasan, pendinginan, pengeringan,
iradiasi dan lain-lainnya ditujukan untuk mengurangi jumlah mikroba, maka
proses fermentasi adalah sebaliknya, yaitu memperbanyak jumlah mikroba dan
menggiatkan metabolismenya di dalam makanan. Tetapi jenis mikroba
yang digunakan sangat terbatas yaitu disesuaikan dengan hasil akhir yang
dikehendaki.
Beberapa contoh
makanan hasil fermentasi adalah tempe, tauco, dan kecap yang dibuat dari
kedelai, oncom dari bungkil kacang tanah, ikan peda, terasi, sayur asin, keju
dan yoghurt dari susu, anggur minum, brem dan lain-lainnya.
Pada
proses pembuatan tempe, fermentasi berlangsung secara aerobik
dan non alkoholik. Mikroorganisme yang berperan
adalah kapang (jamur), yaitu Rhizopus oryzae,Rhizopus
oligosporus, dan Rhizopus arrhizus.
2. Tujuan
Percobaan
Percobaan
ini bertujuan agar pratikan mampu menganalisis dan memahami prinsip fermentasi
yang terjadi pada kedelai hingga menjadi tempe.
3. Manfaat
Percobaan
Dengan
pengolahan kedelai menjadi tempe pastinya dapat meningkatkan sumber protein
yang penting bagi pola makanan masyarakat di Indonesia khususnya.
B.
BAHAN,
ALAT, DAN CARA KERJA
a. Bahan
1)
Kacang Kedelai
2)
Ragi Tempe (Inokulum Raprima/Rhizopus sp.
murni)
3)
Kantong Plastik(Pembungkus Tempe)
b. Alat
1)
Baskom
2)
Saringan
3)
Dandang
4)
Tampah
5)
Kompor
6)
Kantong Plastik (Untuk menghaluskan tempe)
7)
Tusuk gigi
8)
Peralatan lain yang dibutuhkan
c. Cara Kerja
Diagram
Alir
Kedelai
Pembersihan dan Pencucian
Perendaman +12 jam
Pengupasan Kulit
Pencucian
Perebusan +1jam
Pendinginan
Pencampuran Ragi
Fermentasi 1malam
TEMPE
Penguraian/penjelasan
1)
Bersihkan
kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian cuci hingga bersih.
2)
Rendam kacang
kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air dingin biasa
(proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin ).
3)
Lepaskan kulit
biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan menggunakan air
bersih.
4)
Kukus / rebus
biji kedelai tersebut sampai empuk.
5)
Setelah biji
kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah
dibersihkan, lalu diangin-angin dengan kipas/ kipas angin sambil diaduk-aduk
hingga biji-biji tersebut terasa hangat.
6)
Taburkan
ragitempe(RAPRIMA) yang telah disiapkan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk
supaya merata (1,5 gram ragi tempe untuk 2 kg kedelai).
7)
Siapkan kantong
plastik atau daun pisang untuk pembungkus. Bila kantong plastik yang
digunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang kecil pada kantong tersebut
dengan menggunakan lidi atau tusuk gigi
8)
Masukan kedelai
yang telah diberi ragi tempe(RAPRIMA) ke dalam pembungkusnya, atur ketebalannya
sesuai dengan selera
9)
Proses
fermentasi
10) Kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau
dua hari atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.
C.
hasil dan pembahasan
|
No.
|
HARI KE-
|
Keterangan
|
|
|
Uap Air
|
Spora
|
||
|
1
|
1
|
++
|
-
|
|
2
|
2
|
+++
|
-
|
|
3
|
3
|
++
|
-
|
Keterangan :
·
Hari
ke-1 : Uap
airnya mulai ada tetapi spora belum ada.
·
Hari
ke-2 : Uap airnya sudah
banyak hampir menutupi seluruh permukaan kantong plastik, akan tetapi
tanda-tanda sporanya belum ada.
·
Hari
ke-3 : Uapnya sudah
berkurang bahkan sudah mulai tidak ada, akan tetapi spora juga belum kunjung
tumbuh dan Fermentasi tempe sudah mulai mengeluarkan bau tidak enak.
Jadi,
penelitian yang saya lakukan hanya belangsung tiga hari karena
pada hari ke-3 tempenya membusuk dan Penelitian saya gagal.
Kemungkinan Sebab-sebab Kegagalan :
Ø Kedelai
yang sudah dimasak masih agak keras, karena mungkin pada saat memasak
kedelainya hanya berpatokan pada jam, tetapi tidak pada kedelainya sampai
empuk.
Ø Cara
pengerjaanya kurang steril.
Ø Dalam
pencampuran ragi yang tidak merata.
D.
KESIMPULAN
Dari
percobaan yang telah saya lakukan dapat disimpulkan bahwa dalam proses
pembuatan tempe harus mengikuti tata cara yang ada, selain itu kita juga perlu
memperhatikan kebersihan dalam proses membuat tempe agar steril supaya tempe
yang dihasilkan akan baik tidak seperti tempe percobaan saya yang gagal karena
kemungkinan salah satunya adalah tidak bersih dalam proses.
E.
DAFTAR
PUSTAKA
0 komentar:
Posting Komentar