Sabtu, 16 November 2013

laporan praktikum biologi terapan proses embuatan tempe

kalau sudah copy like n comment yah, apa susahnya sih comment n like :)

LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI TERAPAN






                     NAMA       : MUH. SULHAN SULTAMIN
                             NO.MHS    : 1327042003


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2013



INOKULASI JAMUR RHYZOPUS

Nama                                       : MUHAMMAD SULHAN SULTAMIN
Kelompok                               :
Hari /Tanggal Praktikum         : Jumat 01 November 2013
Dosen                                      : DIYAHWATI , S.TP., M.Si.
 


A.   PENDAHULUAN
1.       Latar Belakang 
Tempe merupakan salah satu makanan yang sering di konsumsi oleh masyarakat. Tempe merupakan salah satu produk olahan berbasis bioteknologi. Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang vital dan berhubungan dengan tekhnologi pertanian. Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman dahulu, tetapi hal ini belum disadari  oleh masyarakat umum.( http://sababjalal.wordpress.com/2011/11/03/contoh-makalah-cara-pembuatan-tempe/)
Fermentasi dapat terjadi karena adanya aktivitas mikroba penyebab fermentasi pada substrat organik yang sesuai. Terjadinya fermentasi ini dapat menyebabkan perubahan sifat bahan pangan, sebagai akibat dari pemecahan kandungan-kandungan bahan pangan tersebut. 
Jika cara-cara pengawetan pangan yang lain misalnya pemanasan, pendinginan, pengeringan, iradiasi dan lain-lainnya ditujukan untuk mengurangi jumlah mikroba, maka proses fermentasi adalah sebaliknya, yaitu memperbanyak jumlah mikroba dan menggiatkan metabolismenya di dalam makanan.  Tetapi jenis mikroba yang digunakan sangat terbatas yaitu disesuaikan dengan hasil akhir yang dikehendaki.
Beberapa contoh makanan hasil fermentasi adalah tempe, tauco, dan kecap yang dibuat dari kedelai, oncom dari bungkil kacang tanah, ikan peda, terasi, sayur asin, keju dan yoghurt dari susu, anggur minum, brem dan lain-lainnya.
Pada proses pembuatan tempe, fermentasi berlangsung secara aerobik dan   non alkoholik.  Mikroorganisme yang berperan adalah kapang (jamur), yaitu    Rhizopus oryzae,Rhizopus oligosporus, dan Rhizopus arrhizus.        

2.      Tujuan Percobaan
Percobaan ini bertujuan agar pratikan mampu menganalisis dan memahami prinsip fermentasi yang terjadi pada kedelai hingga menjadi tempe.
3.      Manfaat Percobaan
Dengan pengolahan kedelai menjadi tempe pastinya dapat meningkatkan sumber protein yang penting bagi pola makanan masyarakat di Indonesia khususnya.



B.   BAHAN, ALAT, DAN CARA KERJA
a.      Bahan
1)      Kacang Kedelai
2)      Ragi Tempe (Inokulum Raprima/Rhizopus sp. murni)
3)      Kantong Plastik(Pembungkus Tempe)
b.      Alat
1)      Baskom
2)      Saringan
3)      Dandang
4)      Tampah
5)      Kompor
6)      Kantong Plastik (Untuk menghaluskan tempe)
7)      Tusuk gigi
8)      Peralatan lain yang dibutuhkan
c.       Cara Kerja
Diagram Alir
Kedelai
 


Pembersihan dan Pencucian
 


Perendaman +12 jam

Pengupasan Kulit
 


Pencucian

Perebusan +1jam

Pendinginan

Pencampuran Ragi

Pengemasan

Fermentasi 1malam
 



 TEMPE

Penguraian/penjelasan

1)      Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian cuci hingga bersih.
2)      Rendam kacang kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air dingin biasa (proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin ).
3)      Lepaskan kulit biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan menggunakan air bersih.
4)      Kukus / rebus biji kedelai tersebut sampai empuk.
5)      Setelah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan, lalu diangin-angin dengan kipas/ kipas angin sambil diaduk-aduk hingga biji-biji tersebut terasa hangat.
6)      Taburkan ragitempe(RAPRIMA) yang telah disiapkan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk supaya merata (1,5 gram ragi tempe untuk 2 kg kedelai).
7)      Siapkan kantong plastik atau daun pisang untuk pembungkus.  Bila kantong plastik yang digunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang kecil pada kantong tersebut dengan menggunakan lidi atau tusuk gigi
8)      Masukan kedelai yang telah diberi ragi tempe(RAPRIMA) ke dalam pembungkusnya, atur ketebalannya sesuai dengan selera
9)      Proses fermentasi
10)  Kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.
C.   hasil dan pembahasan
No.
HARI KE-
Keterangan
Uap Air
Spora
1
1
++
-
2
2
+++
-
3
3
++
-

Keterangan :
·        Hari ke-1    : Uap airnya mulai ada tetapi spora belum ada.
·        Hari ke-2    : Uap airnya sudah banyak hampir menutupi seluruh permukaan kantong plastik, akan tetapi tanda-tanda sporanya belum ada.
·        Hari ke-3    : Uapnya sudah berkurang bahkan sudah mulai tidak ada, akan tetapi spora juga belum kunjung tumbuh dan Fermentasi tempe sudah mulai mengeluarkan bau tidak enak.
Jadi, penelitian yang saya lakukan hanya belangsung tiga hari karena pada hari ke-3 tempenya membusuk dan Penelitian saya gagal.



Kemungkinan Sebab-sebab Kegagalan :
Ø Kedelai yang sudah dimasak masih agak keras, karena mungkin pada saat memasak kedelainya hanya berpatokan pada jam, tetapi tidak pada kedelainya sampai empuk.
Ø Cara pengerjaanya kurang steril.
Ø Dalam pencampuran ragi yang tidak merata.









D.   KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah saya lakukan dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembuatan tempe harus mengikuti tata cara yang ada, selain itu kita juga perlu memperhatikan kebersihan dalam proses membuat tempe agar steril supaya tempe yang dihasilkan akan baik tidak seperti tempe percobaan saya yang gagal karena kemungkinan salah satunya adalah tidak bersih dalam proses.


E.   DAFTAR PUSTAKA

0 komentar: